๐ด๐ด๐ช๐ด๐ด๐ช๐ด๐ด๐ช
๐ผONE DAY ONE SIROH๐ผ
๐MATERI 519๐
๐Ujian dari Seorang Pendeta Yahudi๐
Zaid bin Su'nah melirik. Ia melihat buku-buku jari Umar Bin Khattab memutih karena begitu erat menggenggam pedangnya. Mau tidak mau dia merasa gentar hatinya.
Namun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memandang Umar dengan tatapan teduh dan berkata, "Wahai Umar aku dan dia perlu perlakuan yang lebih baik dari ucapanmu tadi. Seharusnya engkau menyuruhku menepati pembayaran dan menyuruhnya menagih dengan cara yang baik. Pergilah wahai Umar dan cukupilah membayar orang ini dan tambahkanlah kepadanya 20 sha' kurma."
Ketika mengetahui bahwa Umar melebihi pembayaran dengan 20 sha' kurma, Yahudi yang ternyata seorang pendeta itu berkata, "Umar aku sengaja berkata kasar untuk mengetahui kenabiannya. Aku melihat dua hal yang kutahu bahwa dia benar-benar seorang nabi. Pertama dia bersifat lembut kedua semakin aku kasar semakin sabar beliau. Maka saksikanlah bahwa aku sekarang menjadi seorang muslim dan kuberikan separuh hartaku untuk kepentingan Islam."
Seorang Yahudi datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan berkata, "Ya Muhammad, kami menyembah Allah tanpa takut bisikan setan, sementara kalian menyembah Allah tapi was-was dengan godaan setan." Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyuruh Abu Bakar menjawab.
Abu Bakar pun berkata, "Ada dua rumah yang satu dipenuhi emas dan permata sementara yang satu adalah rumah rusak mana yang lebih diincar pencuri?"
"Rumah yang makmur," jawab si Yahudi.
"Hati kami dipenuhi iman," kata Abu Bakar lagi. "Sementara hati kalian kosong. Karena itu setan datang berbisik untuk menggelincirkan orang mukmin. Namun Allah menjaga para kekasih-Nya."
Kita lanjutkan besok ya kisahnya.....In syaa Allah.
✍ Editor : Ustadzah Ratna
๐MATERI 519๐
๐ท๐๐ท๐๐ท๐๐ท๐๐ท
๐ผONE DAY ONE SIROH๐ผ
๐MATERI 519๐
๐Ujian dari Seorang Pendeta Yahudi๐
Zaid bin Su'nah melirik. Ia melihat buku-buku jari Umar Bin Khattab memutih karena begitu erat menggenggam pedangnya. Mau tidak mau dia merasa gentar hatinya.
Namun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memandang Umar dengan tatapan teduh dan berkata, "Wahai Umar aku dan dia perlu perlakuan yang lebih baik dari ucapanmu tadi. Seharusnya engkau menyuruhku menepati pembayaran dan menyuruhnya menagih dengan cara yang baik. Pergilah wahai Umar dan cukupilah membayar orang ini dan tambahkanlah kepadanya 20 sha' kurma."
Ketika mengetahui bahwa Umar melebihi pembayaran dengan 20 sha' kurma, Yahudi yang ternyata seorang pendeta itu berkata, "Umar aku sengaja berkata kasar untuk mengetahui kenabiannya. Aku melihat dua hal yang kutahu bahwa dia benar-benar seorang nabi. Pertama dia bersifat lembut kedua semakin aku kasar semakin sabar beliau. Maka saksikanlah bahwa aku sekarang menjadi seorang muslim dan kuberikan separuh hartaku untuk kepentingan Islam."
Seorang Yahudi datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan berkata, "Ya Muhammad, kami menyembah Allah tanpa takut bisikan setan, sementara kalian menyembah Allah tapi was-was dengan godaan setan." Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyuruh Abu Bakar menjawab.
Abu Bakar pun berkata, "Ada dua rumah yang satu dipenuhi emas dan permata sementara yang satu adalah rumah rusak mana yang lebih diincar pencuri?"
"Rumah yang makmur," jawab si Yahudi.
"Hati kami dipenuhi iman," kata Abu Bakar lagi. "Sementara hati kalian kosong. Karena itu setan datang berbisik untuk menggelincirkan orang mukmin. Namun Allah menjaga para kekasih-Nya."
Kita lanjutkan besok ya kisahnya.....In syaa Allah.
✍ Editor : Ustadzah Ratna
๐MATERI 519๐
๐ท๐๐ท๐๐ท๐๐ท๐๐ท
Comments
Post a Comment