🌴🌴🕋🌴🌴🕋🌴🌴
🍇ONE DAY ONE SIROH🍇
🍏MATERI 465🍏
🕋Rahmat dan Kebaikan Rasulullah🕋
Abu Mas'ud berkata, "Pernah saya memukul seorang budak saya dengan cambuk.Maka terdengar oleh saya sebuah suara dari belakang ternyata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam."
Beliau mengatakan, "Ketahuilah hai Abu Mas'ud sesungguhnya Allah itu lebih berkuasa atas dirimu daripada kekuasaan atas budak ini."
Begitu sayang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada sesama, sampai beliau tidak tahan jika ada orang memanggil budaknya dengan sebutan, Amaati (wahai hamba perempuanku) atau Abdi (wahai hamba laki-lakiku). Beliau segera melarang kaum muslimin mengucapkan kata-kata itu.
Beliau mengajarkan para sahabat mengucapkan panggilan wahai Fataatii (Wahai pemudiku) atau Fataaya (wahai pemudaku) kepada para budak mereka.
Pendidikan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini yang mempercepat proses pembebasan para budak dan mempercepat persamaan antara manusia untuk mengalahkan rasa angkuh kesukuan dan kebanggsaan yang lazim berlaku pada saat itu.
Al Ma'ruf bin Suwaid berkata, "Pernah saya melihat Abu Dzar mengenakan pakaian indah dan budaknya begitu juga. Maka saya tanyakan hal itu kepadanya." Jawab Abu Dzar sama dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam: "Mereka adalah saudara-saudara kalian yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala serahkan mereka ke dalam tanggungan kalian. Maka barangsiapa menanggung saudaranya, hendaklah ia memberinya makan seperti yang dia makan, memberinya pakaian seperti yang dia pakai, dan jangan membebani mereka pekerjaan yang melampaui kemampuan mereka."
Kita lanjutkan besok ya kisahnya....In syaa Allah.
✍ Editor : Ustadzah Ratna
🍏MATERI 465🍏
🥦🌶🥦🌶🥦🌶🥦🌶🥦
🍇ONE DAY ONE SIROH🍇
🍏MATERI 465🍏
🕋Rahmat dan Kebaikan Rasulullah🕋
Abu Mas'ud berkata, "Pernah saya memukul seorang budak saya dengan cambuk.Maka terdengar oleh saya sebuah suara dari belakang ternyata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam."
Beliau mengatakan, "Ketahuilah hai Abu Mas'ud sesungguhnya Allah itu lebih berkuasa atas dirimu daripada kekuasaan atas budak ini."
Begitu sayang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada sesama, sampai beliau tidak tahan jika ada orang memanggil budaknya dengan sebutan, Amaati (wahai hamba perempuanku) atau Abdi (wahai hamba laki-lakiku). Beliau segera melarang kaum muslimin mengucapkan kata-kata itu.
Beliau mengajarkan para sahabat mengucapkan panggilan wahai Fataatii (Wahai pemudiku) atau Fataaya (wahai pemudaku) kepada para budak mereka.
Pendidikan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini yang mempercepat proses pembebasan para budak dan mempercepat persamaan antara manusia untuk mengalahkan rasa angkuh kesukuan dan kebanggsaan yang lazim berlaku pada saat itu.
Al Ma'ruf bin Suwaid berkata, "Pernah saya melihat Abu Dzar mengenakan pakaian indah dan budaknya begitu juga. Maka saya tanyakan hal itu kepadanya." Jawab Abu Dzar sama dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam: "Mereka adalah saudara-saudara kalian yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala serahkan mereka ke dalam tanggungan kalian. Maka barangsiapa menanggung saudaranya, hendaklah ia memberinya makan seperti yang dia makan, memberinya pakaian seperti yang dia pakai, dan jangan membebani mereka pekerjaan yang melampaui kemampuan mereka."
Kita lanjutkan besok ya kisahnya....In syaa Allah.
✍ Editor : Ustadzah Ratna
🍏MATERI 465🍏
🥦🌶🥦🌶🥦🌶🥦🌶🥦
Comments
Post a Comment