๐ด๐ด๐๐ด๐ด๐๐ด๐ด๐
๐ONE DAY ONE SIROH๐
๐ฅMATERI 447๐ฅ
๐Kerendahan Hati dan Kemudahan Rasulullah๐
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah orang yang penuh dengan kerendahan hati, sempurna budi pekertinya. Beliau selalu mulai mengucapkan salam kepada orang lain dan menaruh perhatian sepenuhnya kepada orang yang mengajaknya bicara, bahkan walau yang sedang diajak bicaranya adalah anak kecil.
Apabila berjabat tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah orang yang paling akhir menarik tangannya, sedangkan jika bersedekah beliau sendirilah yang menyerahkan ke tangan Si Miskin.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam begitu rendah hati dan amat santun kepada orang lain. Jika sedang menerima tamu, beliau baru duduk setelah semua tempat duduk telah ditempati oleh para tamunya. Beliau tidak pernah menghindari bekerja yang harus beliau lakukan untuk memenuhi kebutuhan beliau sendiri atau memenuhi kebutuhan sahabat dan para tetangganya.
Beliau sering terlihat membawa barang dagangannya ke pasar. Jika ada orang yang hendak membantu, beliau menolak dengan halus. "Sayalah yang lebih berhak membawanya."
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sama sekali tidak merasa enggan melakukan pekerjaan kasar seperti menggali parit dalam Perang Khandaq. Pada saat itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah panglima perang. Seorang Panglima biasanya tidak melakukan pekerjaan seorang prajurit.
Kita lanjutkan besok ya kisahnya.....In syaa Allah.
✍ Editor : Ustadzah Ratna
๐ฅMATERI 447๐ฅ
๐๐๐๐๐๐๐๐๐
๐ONE DAY ONE SIROH๐
๐ฅMATERI 447๐ฅ
๐Kerendahan Hati dan Kemudahan Rasulullah๐
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah orang yang penuh dengan kerendahan hati, sempurna budi pekertinya. Beliau selalu mulai mengucapkan salam kepada orang lain dan menaruh perhatian sepenuhnya kepada orang yang mengajaknya bicara, bahkan walau yang sedang diajak bicaranya adalah anak kecil.
Apabila berjabat tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah orang yang paling akhir menarik tangannya, sedangkan jika bersedekah beliau sendirilah yang menyerahkan ke tangan Si Miskin.
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam begitu rendah hati dan amat santun kepada orang lain. Jika sedang menerima tamu, beliau baru duduk setelah semua tempat duduk telah ditempati oleh para tamunya. Beliau tidak pernah menghindari bekerja yang harus beliau lakukan untuk memenuhi kebutuhan beliau sendiri atau memenuhi kebutuhan sahabat dan para tetangganya.
Beliau sering terlihat membawa barang dagangannya ke pasar. Jika ada orang yang hendak membantu, beliau menolak dengan halus. "Sayalah yang lebih berhak membawanya."
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sama sekali tidak merasa enggan melakukan pekerjaan kasar seperti menggali parit dalam Perang Khandaq. Pada saat itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah panglima perang. Seorang Panglima biasanya tidak melakukan pekerjaan seorang prajurit.
Kita lanjutkan besok ya kisahnya.....In syaa Allah.
✍ Editor : Ustadzah Ratna
๐ฅMATERI 447๐ฅ
๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Comments
Post a Comment