ONE DAY ONE SHIROH📒
🎪MATERI 432🎪
🕋Kesederhanaan Rasulullah🕋
Sahabat shirahku, sesungguhnya bumi mengeluh karena kerakusan penghuninya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan bumi mampu memenuhi kebutuhan seluruh manusia, tetapi bumi tidak akan mampu memenuhi kerakusan dari satu manusia saja. Jika seseorang diberi gundukan emas setinggi bukit, rasa rakusnya akan meminta satu gundukan lagi, kemudian satu gundukan lagi dan satu gundukan lagi demikian seterusnya. Kebanyakan manusia telah menganggap kesenangan dan kenikmatan adalah cita-cita hidup mereka. Jika kalian melihat orang-orang seperti itu, ingatlah akan kehidupan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Sebelum Perang Uhud Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Ali Bin Abi Thalib dan beberapa sahabat lain yang duduk di dalam masjid melihat kedatangan Mushab Bin Umair. Di Mekkah dulu Mushab adalah putra bangsawan yang sangat disayang oleh ibunya. Ia tampan dan cerdas, ia selalu menjadi bintang dan pusat perhatian pada pertemuan pertemuan Quraisy. Pakaiannya indah dan mahal. Begitu banyak gadis Mekah yang memimpikan Mush'ab menjadi suaminya. Namun setelah masuk islam Mush'ab hidup sederhana, pakaiannya terbuat dari kain kasar yang tertutup burdah bertambal kulit yang masih terlihat bulunya. Melihat itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menangis. Bukan sedih, melainkan terharu karena beliau tahu bahwa Mush'ab sangat menikmati kesederhanaannya.
Beliaupun bersabda, "Bagaimana pendapat kalian apabila ada salah seorang dari kamu berangkat pada pagi hari dengan memakai pakaian yang indah, dan pada sore harinya pulang dengan memakai pakaian indah yang lain. Kemudian kamu mendapatkan keuntungan berdagang dan dari hasilnya kamu dapat membeli kain untuk menutup rumahmu seperti kelambu Ka'bah?"
Para sahabat tersenyum membayangkan kenikmatan itu. Mereka segera menjawab, "Ya Rasulullah pada hari itu keadaan kita lebih baik daripada keadaan kita hari ini karena kita mempunyai cukup biaya hidup dan bisa sepenuhnya beribadah."
Namun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Bahkan keadaanmu sekarang lebih baik dari keadaan mu pada hari itu."
Kita lanjutkan besok ya kisahnya.....In syaa Allah
✍ Editor : Ustadzah Ratna
🎪MATERI 432🎪
🌷🍃🌷🍃🌷🍃🌷🍃🌷
🎪MATERI 432🎪
🕋Kesederhanaan Rasulullah🕋
Sahabat shirahku, sesungguhnya bumi mengeluh karena kerakusan penghuninya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjadikan bumi mampu memenuhi kebutuhan seluruh manusia, tetapi bumi tidak akan mampu memenuhi kerakusan dari satu manusia saja. Jika seseorang diberi gundukan emas setinggi bukit, rasa rakusnya akan meminta satu gundukan lagi, kemudian satu gundukan lagi dan satu gundukan lagi demikian seterusnya. Kebanyakan manusia telah menganggap kesenangan dan kenikmatan adalah cita-cita hidup mereka. Jika kalian melihat orang-orang seperti itu, ingatlah akan kehidupan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Sebelum Perang Uhud Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Ali Bin Abi Thalib dan beberapa sahabat lain yang duduk di dalam masjid melihat kedatangan Mushab Bin Umair. Di Mekkah dulu Mushab adalah putra bangsawan yang sangat disayang oleh ibunya. Ia tampan dan cerdas, ia selalu menjadi bintang dan pusat perhatian pada pertemuan pertemuan Quraisy. Pakaiannya indah dan mahal. Begitu banyak gadis Mekah yang memimpikan Mush'ab menjadi suaminya. Namun setelah masuk islam Mush'ab hidup sederhana, pakaiannya terbuat dari kain kasar yang tertutup burdah bertambal kulit yang masih terlihat bulunya. Melihat itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menangis. Bukan sedih, melainkan terharu karena beliau tahu bahwa Mush'ab sangat menikmati kesederhanaannya.
Beliaupun bersabda, "Bagaimana pendapat kalian apabila ada salah seorang dari kamu berangkat pada pagi hari dengan memakai pakaian yang indah, dan pada sore harinya pulang dengan memakai pakaian indah yang lain. Kemudian kamu mendapatkan keuntungan berdagang dan dari hasilnya kamu dapat membeli kain untuk menutup rumahmu seperti kelambu Ka'bah?"
Para sahabat tersenyum membayangkan kenikmatan itu. Mereka segera menjawab, "Ya Rasulullah pada hari itu keadaan kita lebih baik daripada keadaan kita hari ini karena kita mempunyai cukup biaya hidup dan bisa sepenuhnya beribadah."
Namun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Bahkan keadaanmu sekarang lebih baik dari keadaan mu pada hari itu."
Kita lanjutkan besok ya kisahnya.....In syaa Allah
✍ Editor : Ustadzah Ratna
🎪MATERI 432🎪
🌷🍃🌷🍃🌷🍃🌷🍃🌷
Comments
Post a Comment